Berita Terbaru

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Link Khusus

Pengunjung Online

Kami memiliki 23 tamu dan tidak ada anggota online

Kunjungan Web

2978633
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
658
1077
1735
2967018
23792
35969
2978633

IP Anda: 54.224.102.26
Waktu: 11-20-2017 20:34:16

Link

 

 


Perpustakaan


Sistem Akademik
Kapus Merah Putih


Bahan Ajar Online


Kelas Virtual

Fakultas Hukum UNTAG Semarang, 19 Juni 2017- Kajian Keislaman yang digagas oleh Fakultas Hukum UNTAG Semarang dalam mengisi bulan ramadhan pada tahun 2017 bertempat di laboratorium Fakultas Hukum UNTAG Semarang dengan bertema “Jihad dalam Islam dan Problem Radikalisme”. Hadir dalam acara adalah Dosen, Karyawan Universitas 17 Agustus 1945 beserta mahasiwa. Kajian di isi oleh H. Mustofa Abdul Hadi Seorang mantan aktifis Al Qaeda.

Dijelaskan bahwa jihad yang sebagaimana diperintahkan dalam Islam bukanlah tentang membunuh atau dibunuh tetapi tentang bagaimana berjuang keras memperoleh keridhaan Ilahi. Sangat menyedihkan bahwa kata ‘Jihad’ ini di masa kini sudah demikian disalah-artikan oleh bangsa-bangsa Barat, khususnya dalam media mereka. Sepintas, kesalah-pahaman demikian bisa dimengerti karena dalam milenium terakhir ini ada beberapa kelompok Muslim ekstrim dimana pimpinan mereka menterjemahkan ‘Jihad’ sebagai Perang Suci.

Sedangkan radikalisme adalah sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Radikalisme sudah ada sejak jaman dahulu. Mereka mengenakan kata Jihad itu pada segala perang yang mereka lakukan, apakah untuk tujuan politis, ekonomi atau pun motivasi ekspansi. Akibat dari kesalahan istilah demikian, agama Islam secara keliru telah dituduh mendapatkan pengikutnya melalui cara pemaksaan dan laku kekerasan.

Disela-sela kajian H MUstofa Abdul Hadi menceritakan sedikit kisah hidupnya sampai bergabung dengan Al-Qaeda. Dengan kisah hidupnya memberikan gambaran kepada kaum muda tentang sebenar-benarnya jihad. Untuk mencegah doktrin yang salah terutama kaum muda yang retan terpengaruh hal-hal yang negatif, maka kaum muda harus banyak membaca buku. Menurutnya Karena jika seorang penuntut ilmu, maka dia akan bersahabat dengan orang yang berilmu atau mendapatkan ilmu dan dengan ilmunya itu dia selamat dari kebodohan.

 

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh